Tugas Terstruktur 6

 Mihamad Davit Basiron (41324010030)

AE27

“Karakter Hebat, Bisnis Kuat.”

STRATEGI PEMASARAN PRODUK KULINER LOKAL “DAPUR NUSANTARA”

MENGGUNAKAN KONSEP BAURAN PEMASARAN 7P**


1. Judul

Analisis dan Pengembangan Strategi Pemasaran Produk Kuliner Lokal “Dapur Nusantara” Menggunakan Konsep Bauran Pemasaran 7P


2. Pendahuluan

2.1 Latar Belakang

Perkembangan industri kuliner di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perubahan gaya hidup masyarakat, meningkatnya penggunaan teknologi digital, serta tingginya minat terhadap makanan khas daerah membuka peluang besar bagi UMKM kuliner untuk berkembang. Namun, persaingan yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk memiliki strategi pemasaran yang tepat dan terstruktur.

“Dapur Nusantara” merupakan UMKM kuliner lokal yang bergerak di bidang penyediaan makanan khas Indonesia dengan konsep home-made food. Produk ini ditujukan bagi konsumen perkotaan yang menginginkan makanan tradisional dengan kualitas rasa, kebersihan, dan kemasan modern. Untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha, diperlukan analisis strategi pemasaran yang komprehensif melalui pendekatan bauran pemasaran 7P.

2.2 Tujuan Analisis

Tujuan dari analisis ini adalah:

  1. Menganalisis kondisi pasar dan target konsumen “Dapur Nusantara”.

  2. Mengkaji penerapan strategi pemasaran 7P yang telah dilakukan.

  3. Merancang pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pasar modern.

2.3 Gambaran Umum Pasar Sasaran

Pasar sasaran “Dapur Nusantara” adalah:

  • Demografis: Usia 20–45 tahun, pekerja kantoran, mahasiswa, dan keluarga muda.

  • Geografis: Wilayah perkotaan dan pinggiran kota.

  • Psikografis: Konsumen yang menyukai makanan tradisional, praktis, higienis, dan bernilai budaya.

  • Perilaku: Aktif menggunakan media sosial dan layanan pesan antar makanan online.


3. Analisis Strategi Pemasaran 7P

3.1 Product (Produk)

“Dapur Nusantara” menawarkan berbagai menu makanan khas Indonesia seperti rendang, ayam rica-rica, sambal khas daerah, dan lauk siap saji. Keunggulan utama produk terletak pada:

  • Penggunaan bahan segar dan rempah asli Indonesia.

  • Cita rasa autentik dengan standar kebersihan tinggi.

  • Kemasan modern dan praktis.

Inovasi Produk:

  • Produk ready-to-eat dan frozen food untuk memperpanjang masa simpan.

  • Varian menu rendah minyak dan rendah gula untuk konsumen sadar kesehatan.

  • Paket menu mingguan untuk pelanggan berlangganan.


3.2 Price (Harga)

Strategi penetapan harga yang digunakan adalah competitive pricing, yaitu harga disesuaikan dengan daya beli pasar menengah namun tetap mencerminkan kualitas produk.

Rentang harga produk berkisar antara Rp25.000 – Rp50.000 per porsi. Harga ini dinilai sesuai dengan segmen pasar yang dituju dan sebanding dengan kualitas rasa, kemasan, dan pelayanan.

Pengembangan Strategi Harga:

  • Paket bundling dengan harga lebih hemat.

  • Diskon khusus pada platform digital dan hari tertentu.

  • Program loyalitas pelanggan berupa poin atau potongan harga.


3.3 Place (Distribusi)

Saluran distribusi yang digunakan adalah hybrid, yaitu:

  • Online: Melalui aplikasi pesan antar makanan (GoFood, GrabFood, ShopeeFood) dan media sosial.

  • Offline: Pemesanan langsung dan pre-order.

Lokasi dapur produksi berada di area yang mudah dijangkau layanan pengantaran, sehingga efisien dalam distribusi.

Pengembangan Distribusi:

  • Kerja sama dengan reseller atau food community.

  • Pengembangan cloud kitchen untuk memperluas jangkauan pasar.


3.4 Promotion (Promosi)

Strategi promosi yang digunakan meliputi:

  • Media sosial (Instagram, TikTok, WhatsApp Business).

  • Promo diskon melalui aplikasi pesan antar.

  • Konten visual berupa foto dan video makanan.

Evaluasi dan Pengembangan Promosi:

  • Endorsement food influencer lokal.

  • Konten storytelling tentang kuliner nusantara.

  • Program user generated content (testimoni pelanggan).

  • Giveaway dan promo musiman.


3.5 People (Sumber Daya Manusia)

Sumber daya manusia berperan penting dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Tim “Dapur Nusantara” terdiri dari:

  • Juru masak berpengalaman.

  • Admin pemesanan online.

  • Kurir atau mitra pengiriman.

Strategi Pengembangan SDM:

  • Pelatihan pelayanan pelanggan.

  • Standar operasional kebersihan dan kualitas produk.

  • Budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.


3.6 Process (Proses Layanan)

Proses layanan dirancang sederhana dan efisien:

  1. Konsumen melakukan pemesanan melalui aplikasi atau media sosial.

  2. Pesanan dikonfirmasi dan diproses.

  3. Produk dikemas dan dikirim.

Kecepatan dan kemudahan menjadi prioritas utama agar konsumen merasa puas.

Pengembangan Proses:

  • Sistem pemesanan otomatis.

  • Estimasi waktu pengiriman yang jelas.

  • Standar waktu produksi untuk setiap menu.


3.7 Physical Evidence (Bukti Fisik)

Bukti fisik yang mendukung kepercayaan konsumen meliputi:

  • Kemasan dengan logo dan desain profesional.

  • Foto produk berkualitas tinggi.

  • Akun media sosial dan etalase digital yang konsisten.

Penguatan Physical Evidence:

  • Sertifikasi halal dan izin usaha.

  • Desain kemasan ramah lingkungan.

  • Identitas merek yang kuat dan mudah dikenali.


4. Kesimpulan dan Rekomendasi

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis bauran pemasaran 7P, “Dapur Nusantara” memiliki potensi besar untuk berkembang di tengah persaingan industri kuliner. Strategi pemasaran yang diterapkan sudah cukup baik, namun masih perlu penguatan pada aspek inovasi produk, promosi digital, dan pengelolaan proses layanan.

4.2 Rekomendasi

Beberapa rekomendasi strategis yang dapat diterapkan adalah:

  1. Mengembangkan produk inovatif berbasis kebutuhan konsumen modern.

  2. Memaksimalkan promosi digital melalui konten kreatif dan influencer.

  3. Meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelatihan SDM.

  4. Memperkuat identitas merek melalui kemasan dan visual yang konsisten.

Dengan penerapan strategi 7P yang optimal, “Dapur Nusantara” diharapkan mampu meningkatkan daya saing, loyalitas pelanggan, dan keberlanjutan usaha.


5. Daftar Pustaka

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Lupiyoadi, R. (2018). Manajemen pemasaran jasa. Salemba Empat.

Tjiptono, F. (2019). Strategi pemasaran. Andi Offset.

Popular posts from this blog

10 Karakteristik Wirausaha Sukses di Era Modern

MD Basiron Engineering Notes"

Tugas Terstruktur 02