Tugas Terstruktur 5

 

Muhamad Davit Basiron
AE 27 
“Karakter Hebat, Bisnis Kuat.”

26

AE26

Iqbal Anwar Al Azis

 

27

AE27

Muhamad David Basiron

 

28

AE28

Ilham Yusuf

 

29

AE29

Dwi Kurniawan

 

30

AE30

Farizh Harsya Fadhillah





**BUSINESS PLAN

ECO-LAUNDRY (LAUNDRY RAMAH LINGKUNGAN)**

BAB 1 – PENDAHULUAN

1.1 Ringkasan Eksekutif

Eco-Laundry adalah usaha jasa laundry ramah lingkungan yang berlokasi di kawasan kos-kosan dan perkantoran. Usaha ini menggunakan deterjen organik, mesin hemat air dan listrik, serta kemasan daur ulang sebagai solusi atas meningkatnya kebutuhan laundry yang praktis namun tetap peduli lingkungan. Target pasar utama Eco-Laundry adalah mahasiswa dan karyawan muda usia 18–35 tahun yang memiliki gaya hidup praktis dan kesadaran terhadap isu lingkungan.

Keunggulan utama Eco-Laundry terletak pada kombinasi layanan cepat, harga kompetitif, dan konsep eco-friendly yang belum banyak diterapkan oleh laundry konvensional di sekitar lokasi. Dengan kapasitas awal 50–60 kg cucian per hari dan strategi promosi digital yang agresif, Eco-Laundry diproyeksikan mencapai titik impas (BEP) pada kuartal ke-3 tahun pertama. Total kebutuhan pendanaan awal diperkirakan sebesar Rp110.000.000, yang digunakan untuk peralatan, renovasi, dan modal kerja awal.


1.2 Latar Belakang & Deskripsi Perusahaan

a. Latar Belakang

Meningkatnya jumlah mahasiswa dan pekerja muda di wilayah perkotaan menyebabkan permintaan jasa laundry terus meningkat. Namun, sebagian besar usaha laundry masih menggunakan bahan kimia berlebih dan boros air. Kondisi ini menciptakan peluang bagi usaha laundry yang lebih ramah lingkungan.

b. Deskripsi Perusahaan

  • Nama Usaha: Eco-Laundry

  • Bentuk Usaha: Usaha Jasa (Laundry)

  • Lokasi: Area kos-kosan & perkantoran

  • Visi: Menjadi laundry pilihan utama yang ramah lingkungan dan terpercaya.

  • Misi:

    1. Menyediakan layanan laundry berkualitas dengan dampak lingkungan minimal

    2. Memberikan harga terjangkau untuk mahasiswa dan pekerja muda

    3. Mengedukasi pelanggan tentang gaya hidup berkelanjutan

c. Tujuan SMART

  • Mendapatkan minimal 100 pelanggan aktif dalam 6 bulan pertama

  • Mencapai break even point dalam ≤9 bulan

  • Mengurangi penggunaan air minimal 30% dibanding laundry konvensional


BAB 2 – ANALISIS PASAR & STRATEGI PEMASARAN

2.1 Analisis Pasar & Target Pasar

  • Industri: Jasa laundry perkotaan

  • Tren Pasar:

    • Gaya hidup praktis

    • Peningkatan kesadaran lingkungan

  • Segmentasi Pasar:

    • Demografis: Usia 18–35 tahun

    • Psikografis: Praktis, peduli kebersihan & lingkungan

    • Perilaku: Menggunakan laundry 1–2 kali/minggu


2.2 Analisis Pesaing

PesaingKekuatanKelemahan
Laundry XHarga murahTidak ramah lingkungan
Laundry YLokasi strategisWaktu pengerjaan lama
Laundry ZLayanan expressHarga tinggi

USP Eco-Laundry:
✔ Deterjen organik
✔ Hemat air & listrik
✔ Kemasan daur ulang


2.3 Strategi Marketing Mix (7P)

Produk:
Laundry kiloan reguler & express (eco-friendly)

Harga:

  • Reguler: Rp8.000/kg

  • Express: Rp12.000/kg
    (Harga kompetitif sesuai daya beli target pasar)

Tempat:
Ruko kecil dekat kos-kosan & perkantoran

Promosi (3 bulan pertama):

  • Instagram & TikTok konten edukasi

  • Diskon opening 20%

  • Program member (gratis 5 kg setelah 50 kg)

People:
2 staf operasional + 1 admin

Process:
Terima → Sortir → Cuci → Kering → Setrika → Packing

Physical Evidence:
Interior bersih, logo hijau, kemasan kertas daur ulang


BAB 3 – RENCANA OPERASIONAL

3.1 Proses Bisnis Inti

  1. Customer menyerahkan pakaian

  2. Penimbangan & pencatatan

  3. Proses cuci ramah lingkungan

  4. Pengeringan & setrika

  5. Pengemasan & pengambilan


3.2 Kebutuhan Sumber Daya

Fasilitas & Peralatan:

  • 2 Mesin cuci hemat air

  • 1 Mesin pengering

  • 2 Setrika uap

Bahan Baku:

  • Deterjen organik

  • Pewangi alami

Teknologi:

  • Aplikasi kasir sederhana

  • Google Sheets akuntansi


BAB 4 – RENCANA KEUANGAN

4.1 Estimasi Biaya Awal

KomponenBiaya (Rp)
Mesin & Peralatan65.000.000
Renovasi & Interior15.000.000
Sewa (3 bulan)12.000.000
Perizinan & Branding3.000.000
Modal kerja awal15.000.000
Total110.000.000

4.2 Asumsi Keuangan

  • Rata-rata 50 kg/hari

  • Operasional 26 hari/bulan

  • Harga rata-rata Rp9.000/kg


4.3 Proyeksi Keuangan Tahun Pertama (Ringkas)

Pendapatan per bulan:
50 kg × 26 × Rp9.000 = Rp11.700.000

Biaya operasional/bulan:
± Rp7.500.000

Laba bersih/bulan:
± Rp4.200.000

BEP:
± 1.100 kg atau ± Rp9.900.000


4.4 Kebutuhan Pendanaan

Total dana Rp110.000.000 digunakan untuk:

  • 60% peralatan

  • 20% renovasi

  • 20% modal kerja


BAB 5 – PENUTUP

5.1 Risiko & Mitigasi

RisikoMitigasi
Persaingan hargaDiferensiasi eco-friendly
Mesin rusakJadwal maintenance
Permintaan rendahPromosi digital

5.2 Timeline Implementasi (Ringkas)

  • Bulan -3: Riset & lokasi

  • Bulan -2: Renovasi & peralatan

  • Bulan -1: Rekrut & promosi

  • Bulan 1–3: Operasional & evaluasi


KESIMPULAN

Berdasarkan analisis pasar, operasional, dan keuangan, Eco-Laundry dinyatakan LAYAK untuk dijalankan dengan potensi pasar yang jelas, risiko terukur, serta proyeksi keuangan realistis.



Popular posts from this blog

10 Karakteristik Wirausaha Sukses di Era Modern

MD Basiron Engineering Notes"

Tugas Terstruktur 02